Blog - Photo Tips - Detail
 
View All   |   Photo Tips   |   Photo Series   |   Photo Contest   |   Article   |   Opinion   |   Topic
 
25 May  
Tips Mempublikasikan Karya Seni Fotografi di Internet
2009  
 

Hasil akhir sebuah karya seni fotografi adalah foto itu sendiri. Karakteristik fotografi yang lekat dengan teknologi membuatnya unik dibandingkan dengan cabang seni rupa lainnya. Media fotografi memungkinkan produktifitas karya yang lebih banyak, lebih mudah dan lebih singkat dalam artian kuantitas walau belum secara kualitas. Media publikasinya pun lebih beragam, mulai di galeri seni, buku, media massa, hingga di dunia maya. Publikasi  foto melalui internet akhir-akhir ini mengalami peningkatan tajam semenjak berkembangnya fotografi digital yang dibarengi dengan kemudahan mengakses internet. Fotografi dan internet sudah menjadi milik siapa saja saat ini.

Dampak publikasi karya seni fotografi di internet.
Dengan mempublikasi karya di internet berarti kita memperlihatkan kepada dunia tentang karya kita sekaligus siapa kita. Namun disisi lain mungkin juga muncul pengaruh negatif dimana seseorang bisa saja mencuri karya yang dipublikasikan tersebut. Mulai dengan meng copy, save as atau melakukan screen shoot di monitor. Alasan yang banyak digunakan untuk membenarkan tindakan tersebut yaitu sebagai referensi visual dalam pembelajaran. Sebagian besar orang mungkin tidak mempermasalahkan jika foto dipergunakan untuk tujuan tersebut. Namun hal yang sangat berbeda ketika seseorang mencuri secara sengaja dan tanpa hak mempergunakan karya foto yang bukan miliknya untuk kepentingan komersial. Misalnya mencetak foto hasil curian untuk dijual. Kasus lain yang lebih susah dibahas misalnya ketika foto di copy dan dibuat dalam versi lukisan atau ilustrasi.

Foto Water Symphony karya Andi Sucirta

Gambar 1. Karya foto Water Symphony 2005.
 

Lukisan dari foto Water Symphony karya Andi Sucirta

Gambar 2. Karya lukis yang mirip dengan foto Water Symphony di pasar seni Sukawati, Bali.

Yang dibicarakan diatas merupakan tindakan pencuriaan foto yang jelas-jelas merupakan tindakan ilegal. Hal yang mungkin lebih rumit sebagai ekses publikasi antara lain berkenaan dengan pencurian ide ataupun konsep khusus untuk dibuat tiruannya. Masalah yang terletak di wilayah abu-abu yang kadang tabu untuk dibicarakan oleh sebagian orang. Alasan yang sering menjadi pembenaran untuk tindakan tiru meniru ini adalah "tidak ada ide yang baru didunia ini". Alasan lain yang biasa digunakan yaitu meniru untuk proses pembelajaran. Ceritanya kembali akan sangat berbeda jika kemudiaan seseorang sengaja meniru untuk memperoleh keuntungan komersil.

Secara pribadi, saya tidak menapik bahwa pernah melalui proses meniru pada awal belajar fotografi. Beberapa foto menjadi inspirasi dan fotografernya menjadi inspirator. Namun seiring berjalannya waktu  pengaruh tersebut dikembangkan untuk membentuk karakter sendiri. Saat ini, jika kita membahas membahas tiru meniru, seseorang  yang karyanya ditiru, senang tidak senang, dipaksa atau sukarela  diminta berbesar hati oleh keadaan untuk mengatakan "syukur foto saya bisa menginspirasi banyak orang dan silakan tiru". Atau anda berpendapat lain jika karya anda ditiru? Jika saja Leonardo Da Vinci masih hidup dan dia melihat lukisan Monalisa ada dimana-mana, apakah dia akan mengatakan "he! Mereka meniru lukisan saya" atau dia mengatakan "hemm, senyum Monalisa ternyata menginspirasi dunia"?

Kita tidak memperpanjang membahas dampak negatif publikasi di internet. Namun dengan pikiran positip berusaha melihat kedepan, mengetahui cara melakukan publikasi foto dengan aman dan bermanfaat agar orang bisa melihat dan mengetahui siapa kita. Fakta terpenting tentang publikasi di internet yaitu seberapa besar ukuran foto atau seberapa besar resolusi sebuah foto tetap saja sebuah foto bisa dicuri dan dipergunakan untuk kepentingan yang merugikan kita. Pertanyaanya kemudiaan, bagaimana cara melindungi karya foto dari pencuriaan? Jika ingin garansi 100% maka jangan pernah mempublikasikan karya tersebut dimanapun. Jangan pernah dipajang di galeri (orang bisa memfoto dengan kamera hp), jangan pernah diberikan kepada orang lain, jangan pernah dicetak di buku atau majalah (orang bisa menscan foto) dan jangan pernah mempublikasikannya di internet. Jika ini kita lakukan apakah orang akan mengetahui karya kita dan tahu siapa kita? Tentunya kita singkirkan kemungkinan mempergunakan cara ini.

Publikasi karya seni di internet dengan lebih aman dan bermanfaat.

Lalu bagaimanakan cara mempublikasikan karya di internet dengan lebih aman dan bermanfaat? Atau bagaimanakah cara untuk mempersulit orang mencuri karya foto dari internet?

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan agar publikasi lebih aman dan bermanfaat:

* Hanya mempublikasikan resolusi kecil dari karya foto.
Publikasi foto di internet biasanya hanya membutuhkan resolusi sebesar 72 dpi. Dengan resolusi ini, foto akan terlihat baik di monitor namun akan berkualitas buruk jika dicetak atau diperbesar sehingga mengurangi nilai jualnya jika dicuri.

* Memberi watermark pada foto.
Memberi watermark pada foto juga merupakan pilihan yang cukup sulit untuk dilakukan oleh sebagian orang. Watermark dipandang mengganggu tampilan foto secara keseluruhan. Namun menimbang manfaatnya, keberadaan watermark dapat mengurangi keinginan orang untuk mencuri. Watermark bisa berukuran besar atau kecil,  diposisikan ditengah atau dipinggir. Tata letak dan ukurannya disesuaikan saja sehingga nilai estetis foto tetap terjaga.
 

Contoh foto dengan watermark karya Andi Sucirta

Gambar 3. Contoh foto dengan watermark disisi kanan atas.

* Memilih tempat dan waktu publikasi foto di internet yang tepat.
Ruang untuk mempublikasikan karya foto di internet sangat banyak mulai dari website fotografi, jejaring sosial, hingga blog yang tumbuh bagai jamur di musim hujan. Sebelum memutuskan untuk mempublikasikan karya pada tempat-tempat tersebut sempatkan membaca syarat penggunaan web tersebut dalam term and privacy policy.

Dalam memilih tempat publikasi di internet usahakan jangan hanya mempertimbangkan kemudahan operasional websitenya saja, tapi pikirkan juga bagaimana website tersebut berusaha memberikan tindakan pengamanan pada karya foto anggota atau penggunanya. Beberapa website menyediakan sarana watermark otomatis dan beberapa lainnya mencantumkan peringatan tentang copyright. Ada juga beberapa website fotografi mempunyai komunitas pengguna dengan kontrol sosial yang cukup baik terhadap tindakan-tindakan illegal pelanggaran copyright, hal yang bisa dipertimbangkan ketika memilih tempat publikasi.

Selain masalah tempat, pikirkan juga waktu publikasi. Apakah foto  sudah layak dipublikasikan atau belum? Karena publikasi juga menyangkut pencitraan kita sebagai seorang seniman foto.

Strategi dan perencanaan publikasi karya foto.

Hal yang sering dilupakan sebelum mempublikasikan foto yaitu masalah merencanakan mempublikasikan karya. Beberapa orang sering hanya berpikir cepat-cepat mengupload karya setelah selesai berkreasi, mereka melupakan apakah akan memperoleh manfaat dari publikasi tersebut atau tidak? atau mempublikasi karya hanya sebatas menjalankan ego untuk memperoleh pujian.

Dalam proses pembelajaran manfaat publikasi di internet salah satunya untuk mendapat  feedback dari anggota atau pengguna internet lainnya sehingga diharapkan bisa memperoleh masukan positip untuk proses berkarya kedepannya. Bagi mereka yang serius dan profesional, mereka juga akan memikirkan apakah publikasi akan memberikan pengakuan atas kreatifitasnya? termasuk apakah publikasi tersebut akan memberikan nilai komersial baginya atau tidak?

Media publikasi juga berperan sebagai bukti otentik tentang karya dan kreatifitas seorang seniman. Tiap-tiap media memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing yang berdampak pada pencitraannya sebagai seorang seniman.

Sebagai contoh, seorang seniman foto yang telah menyelesaikan proyek kreatifitasnya memilih mempublikasikan karyanya serentak dalam sebuah pameran foto disertai peluncuran buku. Pameran dan buku tersebut merupakan sebuah pengakuan resmi dan sebagai bukti otentik tentang proses kreatif sang seniman selain karya seni itu sendiri. Melalui tindakan ini, seniman juga bisa memperoleh keuntungan secara komersial melalui penjualan buku dan karyanya dipameran. Publikasi di internet dengan materi seperlunya dibutuhkan kemudian untuk kepentingan pemasaran.

Contoh yang berbeda dilakukan oleh fotografer wedding, banyak diantara mereka justru mempublikasikan foto terbaiknya pada portofolio pribadi di internet.  Publikasi foto terbaik dan terpilih diinternet dipandang lebih efektif dalam menarik klien dan relatif lebih murah dibandingkan menggunakan brosur atau pameran.
 

Contoh publikasi pada katalog salon dan majalah online dari karya Andi Sucirta

Gambar 4. Contoh publikasi di buku katalog salonfoto dan publikasi di majalah online.

Dalam publikasi karya, hal terpenting adalah waktu, apakah karya sudah saatnya dipublikasikan atau belum? Timing akan menentukan seberapa banyak kita memperoleh manfaat  dari publikasi. Hal lain yang tidak kalah penting yaitu memilih tempat publikasi yang tepat. Jadi intinya, publikasi menyangkut kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana kita mempublikasikan karya. Strategi dan perencanaan ini berlaku untuk semua tujuan publikasi, baik itu untuk pembelajaran, pemasaran maupun portfolio. Dan berlaku untuk semua media  publikasi, apakah online, majalah, buku, pameran, lomba foto, dan sebagainya.

Publikasi foto di internet kedepannya merupakan kebutuhan bagi seorang seniman guna memperoleh manfaat ekonomi atau sebagai bentuk pernyataan atas kepemilikan karya. Dalam UU HAKI,  hak cipta karya foto otomatis melekat ketika rana atau shutter di pencet dan akan semakin kuat ketika foto telah dipublikasikan. (Andi Sucirta)

 
Like
   14
Share on Tumblr
 
Previous Post : Seri Foto Ngaben/ Plebon Masyarakat Bali Next Post : Garuda magazine - Life in the Caldera of Gunung Batur
 
Author:
Foto dan tulisan blog ini dibuat oleh Andi Sucirta. Semua materi blog hanya dapat dipakai untuk kepentingan non komersil dengan mencantumkan credit tittle penulis.
 
 
Jika anda senang membacanya, pertimbangkan membagikannya melalui :
Share on Facebook Share on Twitter Email Share on Stumbleupon Share on Reddit Share on Mixx Share on Technorati Share on Digg Share on Delicious Add guest book
 
 
RELATED POST
Tips Merawat Kamera Digital SLR
Tips Membuat Hasil Foto Menjadi Lebih Baik - Basic Photography 1 (Rules)
Tips Membuat Hasil Foto Menjadi Lebih Baik - Basic Photography 2 (Light)
Tips Membuat Hasil Foto Menjadi Lebih Baik - Basic Photography 3 (Background)
 
 
COMMENTS
4
Ryan
2013-07-11 21:43:59
Makasih banyak infonya mas. Sangat berguna dan perlu dibagikan. Karenanya saya ingin meminta ijin untuk menampilkan tips terkait mempublikasikan foto yang mas tampilkan. Kiranya saya mendapatkan ijin ini, akan saya sertakan link blog mas ini. Terima kasih sebelumnya.
Andi Sucirta said :
Silakan Rian, tolong disertakan credit tittle dan linknya.
 
 
3
Hari Julyanto
2012-11-18 00:43:51
Terimakasih sangat bermanfaat http://hjf-ringan.blogspot.com/
Andi Sucirta said :
Terimakasih mas Hari
 
 
2
Nahla Maharani
2011-04-30 01:08:57
Thanks
 
 
1
Hasan
2011-04-20 09:00:21
Terimakasih tips nya
 
 
 
LEAVE A COMMENT
Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *
 
Name *
E-mail *
Website
 
Notify me of followup comments via e-mail
 
 
 
 
 
Andi's Blog
 
All about my photography activities, photo tips, opinion and other useful information. Content for the moment only available in Bahasa Indonesia.
 
Latest Blog
» Sekilas Fotografi Potret
» Foto Yang Baik Itu Bagaimana?
» Kacamata Kuda Fotografer
» Sekilas Fotografi Dokumenter
» Against Malaria Photo Essay
 
Photo Tips
» Tips Memotret Dengan Kamera Ponsel
» Tips Memotret Dengan Kamera Saku
» Kiat Membeli Kamera Digital SLR
» Kenali Kamera DSLR, Biar Makin Klop !
» Tips Memotret Anak-Anak
 
Search Photo
 
Search Blog Post
 
Photo Series
» Against Malaria
» Thirst of Entertaiment
» Light of Hope
» Huize - China
» China Blue Fashion
» Pengrupukan Day
» The Chosen Soul
» Balinese Grand Prix
» Cement Ambience
» Nomaden Brick Makers
» The Dragon Land
» Bali Cockfighting
» Happiness in Sadness
» Bloody Offerings
» Wayang Lemah
 
Blog Archive
 
Review Archive
 
 
 

Bali-based freelance photographer specializing in social cultural documentary, travel, and fine art. My works intensively explore about Bali and Indonesia with passion in capturing folklore, culture, human, nature with their unique surroundings.

READ MORE
   
Facebook2 Facebook
Twitter2 Twitter
Linkedin Linkedin
RSS Feed RSS Feed
   
Flickr Flickr
© 2008 - 2014 Andi Sucirta. All rights reserved. Best view 1024x768, IE 5.5, Safari and above.