Blog - Topic - Detail
 
View All   |   Photo Tips   |   Photo Series   |   Photo Contest   |   Article   |   Opinion   |   Topic
 
09 May  
Sekilas Fotografi Potret
2014  
 

Fotografi potret atau portrait merupakan salah satu genre foto yang paling awal berkembang sejak fotografi ditemukan. Dengan kemampuan fotografi yang bisa memberi gambaran realistik dari subjek, berpadu sifat alami manusia yang senang mengabadikan dirinya maka fotografi potret terus berkembang hingga saat ini.

Di Indonesia fotografi potret telah dipraktekan sejak masuknya fotografi ke tanah air. Salah satu fotografer pribumi pertama yang banyak membuat foto potret yaitu Kassian Cephas. Dia banyak mengabadikan anggota keluarga keraton dan masyarakat Yogyakarta. Walau demikian, saat ini foto potret masih kalah gaungnya dibanding foto-foto bertema manusia, alam dan budaya Indonesia. Lalu apa sebenarnya fotografi potret? apakah potret hanya sebatas potret? mari kita coba ulas untuk semakin memahaminya.

Fotografi potret merupakan seni memotret orang atau sekelompok orang yang menampilkan ekspresi, kepribadian dan mood dari subjek. Walau biasanya fokus pada wajah, potret bisa juga termasuk menampilkan sebagian atau seluruh tubuh beserta latar belakangnya. Beberapa ciri penting dalam fotografi potret yaitu: penonjolan kepribadian, penggunaan pencahayaan yang efektif, latar belakang dan pose subjek.

Foto potret oleh masyarakat awam sering dikenal untuk pemakaian kebutuhan formal, seperti di kartu identitas, rapor, ijazah, hingga akte pernikahan. Sepintas pemotretannya terlihat sederhana, subjek diminta duduk lalu difoto. Namun menghasilkan potret yang paling sederhana seperti pas foto diperlukan persiapan. Dari memilih latar belakang, mengatur pencahayaan, pose, ekspresi dan pakaian diatur sedemikian rupa. Jadi ada standar pengerjaan agar nanti fungsi foto sebagai alat identifikasi bisa baik.

Foto 1. (kiri) Contoh potret di studio tokoh masyarakat I.B. Samba yang dibuat sekitar tahun 70 an. Latar belakang lukisan interior bagunan tampak alami menyatu dengan karpet. Pose tubuh, posisi tangan dan ekspresi juga dipilih cermat. Properti berupa meja tinggi, vas bunga, tas kerja, kacamata dan jas dikenakan untuk mencitrakan kesan maju, berwibawa dan terpelajar. Pada kenyataannya, kacamata yang dipakai hanyalah frame tanpa lensa, sedang jas yang dipakai adalah jas hujan. Dengan pengaturan pencahayaan dan format hitam putih membuat hasilnya tampak natural.

Foto 2. (kanan) Contoh potret candid informal Ida Pedanda Istri Ratna Sukania. Foto dibuat saat beberapa orang sedang berbincang-bincang dengan beliau, pemotretan dilakukan sesekali tanpa disadari subjek. Rambut putih serta keriput di kulit memberi tanda tentang usianya yang sudah lanjut. Sedang ekspresi wajah memancarkan karakternya sebagai wanita yang keras dan tegas. Tidak ada properti istimewa yang digunakan dalam keseharian bisa menunjukkan gaya hidup yang dijalaninya.

Contoh lain potret formal untuk kepentingan politik, seperti foto kepala negara, pejabat, dan tokoh-tokoh politik. Umumnya foto dibuat dengan perencanaan agar hasilnya bisa memperlihatkan karakter subjek serta menegaskan kewibawaan, nasionalisme dan intelektualitas. Selain teknik memotret dan pencahayaan yang baik, pose serta ekspresi wajah juga dipilih cermat. Termasuk pilihan pakaian dan posisi lambang kenegaraan. Properti penunjang seperti bendera, kursi, meja, buku, hingga ruangan diatur untuk memperkuat keseluruhan foto.

Selain kegunaan formal, potret juga dipakai untuk kepentingan informal. Misalnya sebagai pajangan di dinding rumah. Subjeknya bisa keluarga, orang tua, hingga wisuda anak sebagai kebanggaan. Terkini dengan perkembangan teknologi selular dan kamera digital, potret sudah menjadi keseharian banyak orang. Pernahkan anda berpikir bahwa foto selfies yang anda buat dengan smartphone termasuk potret? di media sosial ada ribuan potret yang diunggah setiap harinya.

Fotografi potret juga menjadi bagian yang banyak dipraktekkan pada kegiatan jurnalistik dan dokumenter. Banyak hal yang bisa diceritakan melalui sebuah potret jika dibuat dengan baik. Di ranah fine art, kebebasan bereksplorasi juga membuahkan foto-foto potret konseptual yang menarik.

Foto 3. Contoh potret dokumenter buruh pengangkut semen di pelabuhan Paotere, Sulawesi Selatan. Ekspresi wajah, tatapan mata, cucuran keringat serta penutup kepala dan hidung yang penuh debu bisa menjadi petunjuk kerasnya lingkungan dan pekerjaan yang mereka jalani. Latar belakang pekerja lain dan lingkungan kerja gelap berdebu dipilih untuk memperkuat cerita.

Pendekatan fotografi potret terkini bisa konstruksi, lingkungan, candid dan kreatif. Jenisnya pun beragam, dari potret di studio, konseptual, street, self-portraits, groups & couples, staged, alternative process, composite, hingga mobile selfies. (Andi Sucirta)

 
Like
   16
Share on Tumblr
 
Previous Post : Foto Yang Baik Itu Bagaimana?  
 
Author:
Foto dan tulisan blog ini dibuat oleh Andi Sucirta. Semua materi blog hanya dapat dipakai untuk kepentingan non komersil dengan mencantumkan credit tittle penulis.
 
 
Jika anda senang membacanya, pertimbangkan membagikannya melalui :
Share on Facebook Share on Twitter Email Share on Stumbleupon Share on Reddit Share on Mixx Share on Technorati Share on Digg Share on Delicious Add guest book
 
 
RELATED POST
Sekilas Fotografi Dokumenter
 
 
COMMENTS
1
I Made Gunartha
2016-05-13 22:15:02

Suksma Jik pencerahannya...yang biasanya menjadi kendala bagi saya saat foto potrait ( HI ) adalah berkomunikasi dengan obyek poto. Mungkin Pak Andi bisa berbagi tip dan trik bagaimana cara membuat orang yang akan di foto merasa nyaman sehingga mereka bisa berpose natural. Jadi mood dan pesan yang ingin kita sampaikan tercapai. Suksma

Andi Sucirta said :

Salam Gunartha, seperti umumnya memotret subjek manusia, komunikasi sebelum memotret menjadi penting agar keberadaan kita diterima terlebih dahulu. Coba mulai berbincang tentang segala hal yang berkenaan dengan subjek kita, perlihatkan ketertarikan terhadap apa yang mereka kerjakan. Setelah subjek merasa nyaman, baru ungkapkan keinginan serta tujuan kita memotret. Jika mereka setuju, maka mudah untuk merealisasikan konsep yang kita inginkan. Portrait bisa dibuat formal atau candid sesuai keinginan. Selama pemotretan, terus jaga suasana dengan berbincang-bincang. Mudahan tips ini membantu, selamat mencoba.

 
 
 
LEAVE A COMMENT
Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *
 
Name *
E-mail *
Website
 
Notify me of followup comments via e-mail
 
 
 
 
 
Andi's Blog
 
All about my photography activities, photo tips, opinion and other useful information. Content for the moment only available in Bahasa Indonesia.
 
Latest Blog
» Sekilas Fotografi Potret
» Foto Yang Baik Itu Bagaimana?
» Kacamata Kuda Fotografer
» Sekilas Fotografi Dokumenter
» Against Malaria Photo Essay
 
Photo Tips
» Tips Memotret Dengan Kamera Ponsel
» Tips Memotret Dengan Kamera Saku
» Kiat Membeli Kamera Digital SLR
» Kenali Kamera DSLR, Biar Makin Klop !
» Tips Memotret Anak-Anak
 
Search Photo
 
Search Blog Post
 
Photo Series
» Against Malaria
» Thirst of Entertaiment
» Light of Hope
» Huize - China
» China Blue Fashion
» Pengrupukan Day
» The Chosen Soul
» Balinese Grand Prix
» Cement Ambience
» Nomaden Brick Makers
» The Dragon Land
» Bali Cockfighting
» Happiness in Sadness
» Bloody Offerings
» Wayang Lemah
 
Blog Archive
 
Review Archive
 
 
 

Bali-based freelance photographer specializing in social cultural documentary, travel, and fine art. My works intensively explore about Bali and Indonesia with passion in capturing folklore, culture, human, nature with their unique surroundings.

READ MORE
   
Facebook2 Facebook
Twitter2 Twitter
Linkedin Linkedin
RSS Feed RSS Feed
   
Flickr Flickr
© 2008 - 2017 Andi Sucirta. All rights reserved. Best view 1024x768, IE 5.5, Safari and above.